Imperium dan Buruh: Jejak Kolonial dalam Pembentukan Awal Kesatuan Sekerja di Asia Tenggara
Empire and Labor: Colonial Traces in the Early Formation of Trade Unions in Southeast Asia
Keywords:
kolonialisme, kesatuan sekerja, hegemoni, perhubungan perusahaan, asia tenggara, Malaysia, perlawanan buruhAbstract
Malay:
Artikel ini menganalisis kesan dan pengaruh struktur kolonial terhadap pembentukan awal Kesatuan Sekerja di rantau Asia Tenggara dengan tumpuan khusus kepada Malaysia. Kajian ini menggunakan pendekatan sejarah untuk meneroka bagaimana kuasa kolonial British, Belanda dan Amerika mengasaskan dasar-dasar yang membentuk landskap perhubungan perusahaan yang diwarisi oleh negara-negara pasca-kolonial. Melalui analisis dokumen dan sumber sejarah, artikel ini menunjukkan bahawa struktur, undang-undang dan amalan dari rejim kolonial terus mempengaruhi kesatuan sekerja melalui institutionalisasi, pengawalan dan pembendungan. Penemuan utama menunjukkan bahawa legasi kolonial masih ketara dalam tiga aspek: (1) pengawalan kesatuan melalui undang-undang yang mengehadkan aktivisme buruh, (2) fragmentasi buruh berdasarkan etnik yang merencatkan soladiriti kelas, dan (3) penggunaan model perhubungan perusahaan yang mengutamakan kepentingan modal dan negara. Kajian ini turut mengkaji perkembangan terkini dalam kerangka perundangan Malaysia, termasuklah Akta Kesatuan Sekerja 1959 (Pindaan 2024) dan Akta Perhubungan Perusahaan 1967 (Pindaan 2020), yang menunjukkan evolusi berterusan perhubungan perusahaan dengan mengekalkan aspek struktural tertentu sambil menyesuaikan diri dengan realiti ekonomi kontemporari.
English:
This article analyses the impact and influence of colonial structures on the early formation of trade unions in the Southeast Asian region with special focus on Malaysia. The study employs a historical approach to explore how British, Dutch, and American colonial powers established policies that shaped the industrial relations landscape subsequently inherited by post-colonial nations. Through analysis of documents and historical sources, this article demonstrates that structures, laws, and practices introduced by colonial regimes continue to influence trade unions through processes of institutionalisation, control, and containment. Key findings indicate that colonial legacy remains evident in three aspects: (1) control of unions through laws limiting labour activism, (2) ethnic-based labour fragmentation hampering class solidarity, and (3) utilisation of industrial relations models that prioritise capital and state interests. The study also examines recent developments in Malaysia's legal framework, including the Trade Unions Act 1959 (Amendment 2024) and Industrial Relations Act 1967 (Amendment 2020), which demonstrate the continuing evolution in the management of industrial relations by maintaining certain structural aspects while adapting to contemporary economic realities.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Humanistic, Management and Social Science Review

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








